Guna menemukan jalan keluar masalah virus corona yang kian
hari semakin parah, berbagai cara ditempuh agar cepat menemukan langkah
pengobatan yang ampuh untuk menyembuhkan pengidap yang terinfeksi. Hal yang
baru-baru ini dipertimbangkan adalah dengan menggunakan metode terapi plasma
darah dari pengidap COVID-19 yang dinyatakan telah benar-benar pulih.
Efektifkah Terapi Plasma Darah untuk Atasi Virus Corona?
Prosedur terapi plasma darah ini dilakukan oleh para
peneliti dari Washington University School of Medicine, yang mengklaim bahwa
plasma darah milik pengidap virus corona yang sudah benar-benar pulih
mengandung antibodi yang mampu melawan virus SARS-CoV-2. Terapi plasma darah
sendiri telah dilakukan oleh dokter di China pada lima orang pengidap yang
dinyatakan dalam keadaan kritis.
Hasilnya cukup mencengangkan bahwa tiga dari kelima pengidap
tersebut dinyatakan sembuh total, sedangkan dua lainnya dinyatakan dalam
keadaan stabil. Jika dilihat dari persentase kesembuhannya, terapi plasma darah
yang telah lebih dulu dipakai di luar Indonesia menunjukkan angka kesembuhan
yang menjanjikan. Lalu, apakah Indonesia sudah siap untuk melakukan uji coba
terhadap prosedur ini?
Prof David Muljono selaku Deputy Director Eijkman Institute
of Molecular Biology menyebutkan convalescent plasma sangat mungkin dilakukan
termasuk di Indonesia. “Plasma diambil dari darah pasien yang sembuh, tetapi
ada kriterianya,” tutur David saat webinar yang digelar oleh The Conversation
Indonesia bertajuk “Mengukur Efektivitas Intervensi Pemerintah dalam Penanganan
Covid-19”, Selasa (21/4/2020). Kriteria yang harus dimiliki eks-pasien Covid-19
antara lain usia 18-55 tahun, berat badan lebih dari 50 kilogram, tidak
memiliki penyakit penyerta, serta mampu mendonorkan darahnya.
RNA pasien harus pernah positif, dengan indikasi pasien
tersebut harus yang memiliki progress (penyembuhan) yang cepat dan penyakitnya
tidak lebih dari tiga minggu,” paparnya. Terapi convalescent plasma bukanlah
kali pertama dilakukan untuk beberapa jenis penyakit. David menjelaskan,
sebelumnya terapi ini dilakukan untuk mengobati penyakit SARS, MERS,
hantavirus, dan flu burung.
Uji klinis terhadap terapi plasma darah untuk covid-19 ini
telah dilakukan para dokter di China terhadap pasien Covid-19 yang dinyatakan
sudah parah dan kritis. Hasilnya cukup mengejutkan. Banyak pasien yang mampu
disembuhkan.
Keberhasilan uji klinis ini pun disambut gembira banyak
negara lainnya. Sejumlah negara bahkan melakukan hal yang sama untuk memberikan
pengobatan bagi para pasien Corona yang jumlahnya terus melonjak.
Sementara itu Indonesia juga tertarik untuk mengembangkan
penggunaan plasma darah dalam mengobati pasien virus Corona. Palang Merah
Indonesia (PMI) telah menggandeng Eijkman Institute untuk bekerjasama.
Namun menurut Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman
Institute, Amin Soebandrio, penggunaan plasma darah untuk mengobati pasien
Covid-19 tidak bisa dilakukan secara umum pada semua orang. Bahkan pasien
ringan tidak memerlukan terapi ini.

Komentar
Posting Komentar